Selasa, 16 Maret 2010

PESERTA LIGA SUPER INDONESIA 2009/2010

www.persisam.com


persema-malang.blogspot.com
psps-pekanbaru.blogspot.com



persebayafc.com


newspersitara.blogspot.com


www.sriwijayamaniasumsel.com

lsi-arema.gif

aremaindonesia.com

http://pspkt.pupukkaltim.com/


lsi-pelita.gif

www.pelitajayafc.com


lsi-persela.gif

www.perselafootball.com


lsi-persib.gif

www.persib-bandung.or.id


lsi-persiba.gif

persibafc.blogspot.com


lsi-persija.gif

http://www.persija.com/


lsi-persijap.gif

www.persijap.org/


lsi-persik.gif

www.persik-kediri.com

lsi-persipura.gif
persipurajayapura.blogspot.com


lsi-persiwa.gif
http://id.wikipedia.org/wiki/Persiwa_Wamena



lsi-psm.gif

id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Sepak_Bola_Makassar




Kamis, 21 Mei 2009

Walisongo

Walisongo



"Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.

Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha

(Sumber: www.pesantren.net)

TEORI CHARLES DARWIN

TEORI CHARLES DARWIN


Oleh: Drs. Bambang Agus Suripto, SU., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM)

“In 1831 the Englishman set forth on his famous vayage in the Beagle. After 28 years he published Origin of Species, which revolutionized man’s view of nature and his place in it” (Loren C. Elseley, February 1956)

Pendahuluan

Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal-usul kehidupan dan dirinya. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga altenatif, yaitu penciptaan, transformasi, atau evolusi biologi.

Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi, antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan, sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru: evolusi adalah perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa; dan evolusi adalah perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Evolusi telah mempersatukan semua cabang ilmu biologi.

Idea tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Namun, di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling dapat teori . Darwin (1858) mengajukan 2 teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Perkembangan tentang teori evolusi sangat menarik untuk diikuti. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat gradual, berdasarkan arah adaptasinya bersifat divergen dan berdasarkan hasilnya sendiri selalu dimulai terbentuknya varian baru.

Dalam perkembangannya teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan – Universal Creation), dukungan dan pengkayaan-pengkayaan. Jadi, teori sendiri juga berevolusi sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label “Neo Darwinian” dan “Modern Sintesis”, bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengkayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi: berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi quasi dan evolusi quantum); berdasarkan polanya (evolusi gradual, evolusi punctual, dan evolusi saltasi) dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan evolusi mikro).

Topic yang akan dibahas dibawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta.

Perkembangan Teori Evolusi Darwin

1. Sejarah Singkat Charles Darwin (1809 – 1882)

  • 1831-1836: Perjalanan laut dengan kapal Beagle.
  • 1844: Draft buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” telah selesai.
  • 1858: Afred Russel Wallace mengirim manuscript kepada J. Hooker anggota Royal Society, berisi tentang perluasan ide dari Malthus. Makalah bersama oleh Darwin dan Wallace di forum Society.
  • 1859: Publikasi buku “ On The Origin of Species by Means of Natural Selection”
  • 1860: Perdebatan antara Huxley dan Wilbeforce tanpa kehadiran Darwin
  • Darwin menghabiskan sisa masa hidupnya untuk penelitian dan publikasi buku “Descen of Man” (1871) dan “The Expression of Emotion in Man and Animals” (1871).

Buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” yang diterbitkan tahun 1959 ini, menurut indeks sitasi merupakan buku yang paling banyak diacu oleh penulis lain (selain kitab suci) selama ini.

2. Perkembangan Teori Evolusi

Banyak hal dan pemikiran ahli lain yang mempengaruhi perkembangan teori Darwin, antara lain:

  • Ekspedisi ke lautan Galapagos ditemukan bahwa perbedaan bentuk paruh burung Finch disebabkan perbedaan jenis makanannya.
  • Geolog Charles Lyell (1830) menyatakan bahwa batu-batuan di bumi selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin, hal-hal tersebut kemungkinan mempengaruhi makhluk hidupnya. Pikiran ini juga didasarkan pada penyelidikannya pada fosil.
  • Pendapat ekonom Malthus yang menyatakan adanya kecendrungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat dari kenaikan produksi pangan. Hal ini menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup. Oleh Darwin hal ini dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan oleh para peternak untuk memperoleh bibit unggul.
  • Pendapat beberapa ahli seperti Geoffroy (1829), WC Wells (1813), Grant (1826), Freke (1851), dan Rafinisque (1836).

Tahun 1858 Darwin mempublikasikan The Origin yang memuat 2 teori utama yaitu:

1. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau.

2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Menurut Darwin, agen tunggal penyebab terjadinya evolusi adalah seleksi alam. Seleksi alam adalah “process of preserving in nature favorable variations and ultimately eliminating those that are ‘injurious’”.

Secara umum, tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah:

a. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan (Universal Creation).

b. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain , Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxley (1825-1895).

c. Mendapat kritik dan pengkayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915), Fisher (1930), Dobzhansky (1937), Goldschmidt (1940) dan Mayr (1942).

Dengan berbagai perkembangan dalam perkembangan dalam ilmu biologi, khususnya genetika maka kemudian Teori Evolusi Darwin diperkaya. Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi, melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain yaitu: mutasi, aliran gen, dan genetic drift. Oleh karenanya teori evolusi yang sekarang kita seirng disebut Neo-Darwinian atau Modern Systhesis.

Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi alam (Neo Darwinian) terjadi karena adanya:

a. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.

b. Perubahan dan genotype yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.

c. Produksi varian baru melalui pada materi genetic yang diturunkan (DNA/RNA).

d. Kompetisi antar individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.

e. Generasi berikut mewarisi “kombinasi gen yang sukses” dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.

Implikasi Teori Evolusi Darwin

1. Asal Usul Spesies

Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut lebih lanjut semua spesies makhluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. Teorinya akan ditentang banyak pihak. Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama:

a. Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup “ilmiah”.

b. Kelompok “Creationist” yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh yang Maha Kuasa untuk tujuan tertentu.

c. Kelompok penganut filsafat “idealist” yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum “archetypes”. Goethe mengabstaksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan.

Untuk para penentangnya dari dua kelompok pertama di atas Darwin cukup menandaskan bahwa keajaiban-keajaiban atau intervensi dari kekauatan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. Pada Origin edisi pertama, Darwin (1959) di halaman 435, menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah “interesting” dan “unity of type”nya merupakan “hukum” biologi yang penting. Kemudian setelah Owen lebih keras lagi menentang teorinya. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan “…tetapi itu bukan penjelasan ilmiah”. Menurut Darwin penjelasan tentang “homologi” dan “unity of types” terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah, sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. Oleh karena Darwin memandang masalah ini sebagai proses, sementara konsep archetype adalam timeless. Secara umum Darwin adalam penganut paham Materialisme.

2. Seleksi Alam

Darwin mengemukakan bahwa seleksi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan seleksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cendrung bertambah jumlahnya seperti deret ukur, dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Hanya sebagian, seringkali merupakan bagian kecil, dari keturunannya bertahan hidup: sementara besar lainnya tereliminasi.

Dengan berkembangnya ilmu genetika, teori itu diperkaya sehingga muncul Neo Darwinian. Menurut Lemer (1958), definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan non random dalam reproduksi terhadap genotype; atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya.

Anggota populasi yang membawa genotype yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu inferior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. Seleksi alampun juga masih bekerja, sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. Jika makanan dan sumberdaya yang lain tidak terbatas selama suatu musim, populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi, karena anggota populasi dengan genotype yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastic tanpa pilih-pilih. Jadi pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Pebedaan fekunditas, sesungguhnya juga merupakan agent penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan jumlah individu yang dapat bertahan hidup atau dan jumlah individu yang akan mati, yang ditunjukkan dalam angka kematian (Dobzhansky, 1970).

Darwin telah menerim, namun dengan sedikit keraguan, slogan Herbert Spencer “survival of the fittest in the struggle for life” sebagai altenatif untuk menerangkan proses seleksi alam, namun saat ini slogan itu nampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotype yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat, paling agresif atau paling bertenaga, melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile.

Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya material baru (bahan genetic yang baru yang di masa mendatang akan datang diseleksi lagi),melainkan justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu. Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype, yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. Pada seleksi buatan, breeder akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan datang. permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetic penyebab keanekaragaman genetic pada varian-varian yang akan obyek seleksi oleh alam. Permasalahan itu terpecahkan setelah T.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetic yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetic dimana nantinya seleksi alam bekerja (Dobzhansky, 1970).

Implikasi dari teori evolusi melalui ala mini sangat luas, tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga social-ekonomi dan budaya:

  • Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi.
  • Paham creationisme berkurang pengaruhn ya.
  • Penolakan terhadap teleology kosmis.
  • Penjelasan “desain” di dunia oleh proses materialistic seleksi alam, proses yang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistik yang sepenuhnya jauh dari dogma agama.
  • Penggatian pola pikir Essensialisme oleh pola pikir populasi.
  • Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman, Musolini di Italia, kebijakan “eugenic” di Singapura di masa Lee Kuan Yu dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian.

Islam Dan Teori Darwin

Secara ilmiah teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh, karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut, maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. Akan tetapi sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agama.

Saat ini Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. Harun Yahya yang “menyerang” teori Darwin. Dari segi teologis ada kekuatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan, namun Haidar Bagir, pakar filsafat Islam, tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. Bagir (2003) menanggapinya dengan mengatakan “Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistic asal-usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. Kita menolaknya. Tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan. Karena betapapun demikian, tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu…”. Tentang prinsip survival of the littest, Bagir justru membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya, karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan didukung oleh tidak bertentangan dengan kandungan Alqur’an. Dingin dari dari dua sisi yaitu aspek teologis dan sisi etis.

Daftar Pustaka

  • Bagir, Haidar. 2003. Islam dan Teori Evolusi (Butir-butir tanggapan terhadap Harun Yahya). Harian Republika 14 Maret 2003. Jakarta.
  • Bowler, P. J. 1989. Evolution: The History of an Idea. University of California Press. Los Angeles.
  • Darwin, Charles. 1859. The Origin of Species by Means of Natural Selection or The Preversation of Favoured Race in The Struggle for Life. Penguin Books. London.
  • Dawkins, R. 1976. The Selfish Gene. Oxford University Press. Oxford.
  • Dobzhansky, T. 1970. Genetics of The Evolutionary Process. Columbia University Press. New York.
  • Dodson, E. O. and G. F. Howe. 1990. Creation or Evolution: Correspondence on The Current Controversy. University of Ottawa Press. Otttawa.
  • Eiseley, L. C. 1956. Charles Darwin: Reading from Scientific American; Scientific Genius and Creativity.
  • Ereshefsky, M. 1992. The Unit of Evolution: Essays on The Nature og Species. A Bradford Book The MIT Press. Cambridge.
  • Greene, J. C. 1977. Science, Ideology, and World View. University of California Press. Los Angeles.
  • Hull, D. L. 1988. Science as A Process: An Evolutionary Account of The Social and Conceptual Development of Science. The University of Chicago Press. Chicago.
  • Kaye, H. L. 1983. The Social Meaning of Modern Biology. Yale University Press. London.
  • Mayr, E. 1982. The Growth of Biological Thought: Diversity, Evolution, and Inheritance. The Belknap Press of Harvard University Press. Cambridge.
  • Pettman, R. 1981. Biopolitics and International Values: Investigating Liberal Norms. Pergamon Press. Oxford.
  • Sober, E. 1993. Phylosophy of Biology. Westview Press. San Fransisco.
  • Yahya, H. 1987. Keruntuhan Teori Evolusi. Penerbit Dzikra. Bandung.

DISALIN DARI:http://grelovejogja.wordpress.com/2007/12/03/teori-evolusi-charles-darwin/

Selasa, 28 April 2009

CIATER HIGHLAND RESORT

Teman-teman inilah CIATER HIGHLAND RESORT, salah satu objek wisata andalan di kabupaten subang yang terletak di desa cisaat kecamatan ciater kabupaten subang.DI CHR(CIATER HIGHLAND RESORT) terdapat fasilitas-fasilitas yang lengkap, antara lain sarana olahraga, rumah makan, Hotel, kolam renang, taman bermain untuk anak-anak, Vila-Vila yang mewah, tempat pacuan Kuda, tempat buat camping,dan banyak lagi deeechhh!!!!!!







CAMPING GROUND- Tenda besar (kap 20 org) = Rp.990.000,-/night
- Tenda sedang (kap 10 org) = Rp.770.000,-/night
(incl veltbed, kayu bakar, lentera, tungku barbeque, helper)

GUEST HOUSE PEGASUS
- Kapasitas 30 orang = Rp.3.410.000,-/night
- Kapasitas 40 orang = Rp.4.235.000,-/night
- Kapasitas 50 orang = Rp.4.950.000,-/night
(incl breakfast & swimming pool)


VILLA DISEWAKAN
- Villa 2 kamar 1 lantai & 2 lantai (kapasitas 4 orang) = Rp.770.000,-/night
- Villa 3 kamar 1 lantai (kapasitas 6 orang) = Rp.880.000,-/night
- Villa 3 kamar 2 lantai (kapasitas 6 orang) = Rp.990.000,-/night
(incl breakfast & swimming pool)

Fasilitas dan jenis – jenis kegiatan :Fun Game, Fun Team Building, Outbond Training, Paint Ball War Game, Tea Walk, Arena Berkuda Indoor, Horse Riding, Villa Disewakan, Guest House, Restoran, Function Room, Meeting Room, Kolam Renang, Billiard, Karoke, Lapangan Volley, Jogging Tract, Wahana Bermain, Mini Market, Camping Ground, Paket – paket Hiburan dan Tempat Acara Outdoor dan Indoor yang luas.Informasi dan Reservasi :Kantor Pemasaran, Ciater, Subang, Jawa Barat, Indonesia.
Telp. (0260) 470519, 470518 Fax. (0260) 470957.
Email : ujang_ciater@hotmail.com

disalin dari:http://ciaterhighlandresort.blogspot.com/

Kamis, 26 Maret 2009

MOS

MOS (Masa Orientasi Siswa)
atau
MOS (Masa Orangtua Sibuk)??????

"inilah pengalaman teman saya dari semarang ketika menjalani masa orientasi siswa (MOS)di sekolahnya....yuuk kita baca bersama-sama!!!!"
Fiuh…cempluk abis dari Semarang neh tanggal 14 - 16 Juli 2007. Namun saya gak bahas mengenai perjalanan ini dan topik yang akan diangkat mengenai liburan sekolah yang telah berakhir sudah. Liburan sekolah telah berakhir, dan hari ini kita pun banyak melihat seragam putih biru maupun putih abu abu menaiki angkot tuk menuju ke sekolah masing masing. Yup..itu merupakan awal kali nya mereka berangkat ke sekolah baru nya. Karena hari ini hingga 2 hari ke depan akan dilakukan masa orientasi siswa di seluruh pelosok nusantara ini. MOS begitu julukannya, merupakan penyambutan yang dilakukan pihak sekolah untuk siswa baru sebagai bentuk pengenalan tentang lingkungan sekolah yang baru. Adik cempluk pun juga mengikuti kegiatan MOS ini selama 3 hari dari hari senin hingga rabu mendatang. Sebenarnya apa motif masa orientasi siswa ini ?? Cempluk akan menceritakan case study dimana dulu menjadi peserta maupun panitia saat MOS ini. MOS diberikan sebagai ajang pengenalan siswa terhadap lingkungan sekolah. Dan MOS sendiri di setiap sekolah memilik penamaan yang berbeda. Pelaksana kegiatan MOS ini tentu saja OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan pihak sekolah sebagai pemantau jalannya acara supaya tidak keluar jalur. Masih inget saat cempluk dahulu menginjak bangku SMA, 3 hari tersebut merupakan hari yang melelahkan karena kita akan dijejali berbagai macam tugas yang banyak dari panitia, mulai membuat tas dengan bahan karung tepung, mengenakan pita di rambut, hingga membawa permen yang beraneka warna. Dan ketika dulu menjadi panitia pun sempat menjadi Pendamping Kelas (PK) selama 3 hari MOS. Panitia MOS bernaung dibawah OSIS dan pantia ini diseleksi oleh pantia MOS terdahulu, biasanya yang menjadi panitia MOS sendiri aktif dalam ekstrakurikuler maupun kegiatan keagamaan, dan cempluk dahulu merupakan aktivis kerohaniaan Islam di SMA jadi terpilih saya menjadi PK. Kebanyakan kepanitian MOS di sekolah saya dahulu berasal dari ekstrakurikuler pecinta alam dan paskibra, karena dalam MOS sendiri panitia diwajibkan memiliki ketegasan dan kedisiplinan dalam berprilaku. Kepanitian MOS sendiri gak bisa jalan seenak nya karena terdapat protap (Program Ketetapan) dari pihak sekolah maupun diknas sendiri. Jadi jikalau ada penyimpangan selama MOS, maka pihak sekolah maupun diknas akan menindak tegas. Tapi tak jarang kita melihat banyak penyimpangan, mulai tugas dari panitia MOS yang terlalu banyak hingga menyebabkan si siswa baru ini terkena hukuman pantia dan perploncoan terhadap siswa baru sebagai ajang balas dendam atas kekesalan panitia yang dahulu juga siswa baru. Trus bagaimana kita menyikapi MOS ini dengan bijak ?? Perlu adanya kesadaran panitia MOS sendiri bahwa kegiatan MOS bukan sebagai ajang balas dendam namun sebagai pengenalan siswa baru terhadap lingkungan sekolah yang baru juga, perlu adanya tindakan tegas dari pihak sekolah jika terjadi pelanggaran portap MOS yang dilakukan panitia, juga pemantauan orang tua siswa terhadap kinerja MOS sendiri sehingga diharapkan MOS berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama. Saya ingat betul ketika dahulu saya telat dateng MOS yang seharus nya harus datang jam 5 pagi dan cempluk datang jam 8 pagi karena banyak nya tugas yang diberikan panitia, hingga saya dibentak bentak, namun setahun berikut nya panitia MOS yang saya sandang tak serta merta membuat saya terobsesi untuk memarah marahi siswa baru namun menjalankan nya sesuai protap sendiri. Namun namanya budaya dari jaman dahulu, jadi gak jarang jika MOS terdapat sisi negatif yang mengakar (ajang membentak, dsb) sehingga sulit untuk dirubah. Bagaimana dengan pengalaman anda sendiri dalam mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) ??
Salah satu tugas MOS adiknya cempluk:
Air Kemasan merek SMAN 04 SURABAYA

Tas yang terbuat dari karton

dari : http://andibagus.com/

Selasa, 24 Maret 2009

pebedaan SIM dan KTP

Memang antara SIM dan KTP adalah dua hal yang berbeda, SIM adalah Surat Izin Mengemudi yang dikeluarkan oleh kepolisian, sedangkan KTP adalah Kartu Tanda Penduduk yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Namun keduanya bisa berfungsi sama sebagai kartu identitas (memiliki data dan nomor identitas). Bicara tentang kartu atau tanda identitas di negeri tercinta ini memang masih dalam upaya untuk bisa menyatukan berbagai kartu identitas yang ada menjadi sebuah kartu yang multifungsi. Nantinya diharapkan hanya akan ada nomor identitas tunggal yang bisa digunakan untuk berbagai fungsi baik untuk kependudukan seperti halnya KTP, untuk perizinan mengendarai kendaraan bermotor seperti halnya SIM, atau untuk keperluan lainnya yang membutuhkan adanya kartu atau tanda identitas.
Adanya satu nomor identitas ini sangat bermanfaat dalam pembuatan dan penggunaannya. Setiap orang cukup memiliki satu kartu identitas, sehingga memudahkan dalam pengurusannya, tidak repot dan membutuhkan waktu.
Bicara masalah waktu dalam pengurusan kartu identitas, ada pengalaman pribadi antara mengurus SIM dan KTP.
Ceritanya awal bulan Oktober ini, SIM dan KTP saya habis masa berlakunya, maka tanggal 28 September lalu saya berinisiatif untuk memperpanjang SIM saya di Polres Depok. Prosedur perpanjang SIM di Polres Depok cukup cepat (tidak seperti yang dikeluhkan masyarakat).
Saya datang ke Polres jam 09.00 dengan membawa fotocopy KTP, SIM, dan uang secukupnya. Sesampai di Polres, langsung menuju tempat pemeriksaan kesehatan dan langsung mendaftarkan diri dengan menyerahkan fotocopy KTP dan membayar uang sebesar Rp 15.000,- . Menunggu beberapa menit selanjutnya dipanggil untuk diperiksa kesehatan matanya. Selesai dari pemeriksaan kesehatan, selanjutnya membeli formulir pembuatan/perpanjang SIM di loket Bank yang ditunjuk. Di loket tersebut membayar uang sebesar Rp 60.000,- untuk perpanjang SIM (kalo buat SIM baru bayar Rp 75.000). Selesai dari loket pembayaran, dilanjutkan dengan melakukan pembayaran asuransi di loket asuransi sebesar Rp 15.000,- setelah itu melakukan pendaftaran di loket pendaftaran dengan terlebih dulu mengisi formulir dan melampirkan hasil pemeriksaan kesehatan dan bukti bayar asuransi. Kira-kira menunggu sekitar 30 menit dipanggil untuk melakukan pemotretan dan tidak sampai 15 menit SIM sudah bisa diambil. Total waktu yang dibutuhkan untuk membuat SIM kurang lebih 1 sampai 1,5 jam, karena jam 10.15 saya sudah bisa pulang.
Lain halnya ketika pengurusan KTP. Tanggal 1 Oktober yang lalu sekitar jam 17.00 saya mendatangi sekretaris RT untuk minta surat pengantar pengurusan KTP (prosedur yang harus dijalani ketika akan ke kelurahan). Sampai di tempatnya ternyata formulir surat pengantar habis, terpaksa harus menunggu di fotocopy dulu dan saya diminta datang kembali malam harinya. Akhirnya malam hari sekitar jam 20.30 saya datang lagi ke rumah sekretaris RT ternyata formulir sudah tersedia dan bisa diambil. Namun tidak sampai sini saja terus dapat langsung ke kelurahan untuk mengurus KTP, melainkan harus meminta tanda tangan dari ketua RW dengan membawa kartu keluarga. Setelah ditanda tangan ketua RW ternyata masih harus meminta nomor surat kepada sekretaris RW. Beruntungnya rumah ketua RW dan sekretarisnya berdekatan, sehingga bisa langsung.
Keesokan harinya tanggal 2 Oktober dengan berbekal surat pengantar, kartu keluarga, foto diri, dan uang secukupnya saya menuju ke kelurahan Depok Jaya untuk melanjutkan pengurusan KTP. Sesampai di kelurahan dan ditemui oleh petugas kelurahan ternyata masih ada yang kurang, kartu keluarga harus di foto copy. Terpaksa harus keluar dulu dari kelurahan untuk foto copy.
Kembali lagi ke kelurahan, petugas kelurahan memeriksa kembali persyaratan selanjutnya memberitahu kalau proses pembuatannya membuthkan waktu 3 hari dengan biaya formulir Rp 5000,- dan biaya administrasi terserah. Berarti baru bisa selesai tanggal 4 Oktober. Karena tidak jelas biaya administrasinya, saya keluarkan uang Rp 10.000,- dan petugas menerimanya dengan mengucapkan terima kasih.
Akhirnya tanggal 4 Oktober saya kembali ke kelurahan berharap KTP sudah selesai dan bisa diambil. Ternyata sampai di kelurahan KTP belum ditanda tangani oleh Kepala Kelurahan, terpaksa dech menunggu…. Hasil perjalanan panjang pembuatan KTP diakhiri dengan penyerahan KTP oleh petugas kelurahan kepada saya.
Demikian perbedaan pengurusan perpanjangan SIM dan KTP. SIM cukup beberapa jam saja, sedangkan KTP beberapa hari.

di salin dari : Serba Serbi

Jumat, 12 Desember 2008

FLANKER RUSIA VS FALCON USA

FLANKER RUSIA VS FALCON USA











Flanker







Falcon


TAU NGGAK TEMAN-TEMAN KALO TERNYATA PESAWAT FALCON F-16 USAF ITU MASIH KALAH CANGGIH DENGAN PESAWAT TEMPUR SUKHOI SU-27 BUATAN RUSIA

BISA DI BILANG
FLANKER (RUSIA) = KELAS BERAT
FALCON (USA) = KELAS MENENGAH


MAU TAU SEBERAPA CANGGIHNYA
PESAWAT FLANKER BUATAN RUSIA BACA E-BOOKNYA DI
LINK DI BAWAH INI LENGKAP DENGAN FOTO-FOTONYA



Pembelian pesawat tempur harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kemampuan pengadaan serta kemampuan pemeliharaan. Untuk memenuhi kebutuhan operasional kita harus membahas kemampuan pesawat tempur yang hendak dibeli. Hal ini memerlukan pendalaman dari berbagai macam aspek teknis dan kemampuan operasional. Yang juga tidak boleh dilupakan kita harus membahas misi macam apa dan jenis ancaman apa yang akan dihadapi.

Pesawat tempur dirancang sesuai kebutuhan operasi. Macam kebutuhan operasi antara lain untuk misi pertahanan udara, misi penyerangan sasaran permukaan, misi penyerangan malam hari, misi penghancuran radar dan berbagai macam misi yang lain. Pesawat tempur ada yang dirancang khusus untuk satu atau dua misi saja, ada yang dirancang untuk bisa melakukan berbagai macam misi atau serba guna (multirole).

Pesawat Su-27 Flanker adalah pesawat yang dirancang oleh Rusia untuk menandingi pesawat air superiority F-15 Eagle milik AS. Pesawat F-15 seri A/B sampai dengan C/D aslinya dirancang khusus untuk menghancurkan sasaran udara.

Namun, melihat kemampuan yang sangat baik, USAF mengembangkan F-15 E Strike Eagle berkursi ganda. Pesawat yang juga menggunakan prinsip pengendalian fly by wire seperti F-16 ini sangat baik untuk melaksanakan misi serangan permukaan, penghancur radar, dan tetap ampuh untuk menghancurkan sasaran udara.

Rusia dengan pesawat Su-27 Flanker juga mengembangkan serial lanjutan Su-30 untuk menandingi Strike Eagle. Pesawat ini terus dikembangkan menjadi serial 33, 35, dan 37 dengan memasukkan berbagai hasil riset pengembangan teknologi kedirgantaraan mutakhir.

Indonesia membeli pesawat Sukhoi tipe Su-27 SK Upgrade dan Su-30 MK, kedua versi ini merupakan versi paling gres yang diekspor Rusia. Su-27 SK Upgrade mempunyai kemampuan air to air 33 persen lebih baik dari Su-27 SK biasa, dibandingkan SU-30MK yang 24 persen lebih baik dari Su-27 SK biasa. Sedangkan untuk kemampuan penyerangan darat (air to ground) dengan avionic yang lebih canggih mampu membidik dengan lebih akurat serta mampu menggotong aneka bom dan rudal pintar.

Su-27 SK Upgrade mempunyai kemampuan air to ground 500 persen lebih baik dari Su-27 SK biasa, dibandingkan SU-30MK yang 555 persen lebih baik dari Su-27 SK biasa. Kedua pesawat ini benar-benar state the art untuk jenis operasi udara apa pun.

Perbandingan kemampuan

Membandingkan kemampuan pesawat Su-27/30 dengan pesawat multirole F-16 A/B Fighting Falcon block 15 yang telah dimiliki TNI AU sebetulnya ibarat membandingkan antara juara tinju dari kelas yang berbeda.

Ibaratnya F-16 kelas menengah dibandingkan dengan Su-27/30 yang kelas berat. Namun, melihat kesamaan fungsi yang serbaguna dari pesawat-pesawat tersebut, kita bisa membandingkan beberapa faktor keunggulan dari masing-masing pesawat.

F-16 A/B Block 15. Pesawat yang memasuki jajaran TNI AU pada bulan awal tahun 1990 ini merupakan salah satu pesawat terbaik di kelasnya.

Dirancang sebagai pesawat tempur ringan, akhirnya menjadi pesawat serbaguna yang tangguh. AS mengembangkan pesawat ini karena menganggap F-15 terlalu mahal untuk dioperasikan pada tugas close air support, interdiction, dan tugas penyerangan darat.

Pesawat F-16 adalah pesawat pertama di dunia yang menggunakan teknologi fly by wire sehingga menjadikannya sangat lincah dan gesit.

Pesawat milik TNI AU adalah F-16 A/B block 15 OCU (Operational Capability Upgrade) memiliki kemampuan lebih baik dari versi block 10 dan 15 biasa.

Pesawat ini sudah mempunyai mesin F100-PW-220 dengan daya dorong 12.660 lbs, peningkatan kemampuan software komputer dan radar, manajemen penembakan, dan navigasi, kemampuan menggunakan jamming pod ALQ-131, wide angle HUD dari F-16 C/D serta horizontal stabilizer yang lebih besar sehingga memungkinkan manuver pada angle off attack yang lebih besar.

Pesawat kita dilengkapi rudal jarak pendek AIM-9P4 Sidewinder all aspect yang punya kemampuan jarak tembak sekitar 15 km serta rudal antipermukaan AGM-65G Maverick dengan jarak tembak sekitar 12 km.

Dengan tiga drop tank untuk misi combat air patrol pesawat ini sanggup mencapai jarak 900 km atau sekitar 2,5 jam. Adapun untuk penyerangan sasaran darat sanggup mencapai sekitar 720 km (Hi-Lo-Hi).

Bila Indonesia ingin pesawat ini dikembangkan menjadi setara dengan F-16 C/D Block 52 maka F-16 A/B Block 15 OCU harus menjalani program mid life upgrade (MLU).

Dengan ini kemampuan radar dan komputer pengendali/navigasi/pembidikan pesawat menjadi sangat meningkat sehingga bisa menggunakan semua senjata udara terbaru, seperti AMRAAM dan AIM-9X. Glass cockpit, Head Up Display, Helmet Mounted Display, IFF Interrogator, dan berbagai alat avionic baru akan membuat pesawat F-16 A/B menjadi jauh lebih andal.

Bila embargo dicabut, maka dengan biaya sekitar 5 juta dollar AS per buah program MLU bagi pesawat F-16 kita, ditambah pembelian dan program MLU bagi dua skuadron pesawat F-16 A/B milik AU Pakistan yang masih gres disimpan mungkin menjadi solusi menarik untuk menambah kekuatan pertahanan udara kita dimasa depan.

Sukhoi-27 SK Upgrade. Pesawat Su-27 Flanker pada awalnya dirancang sebagai pesawat penyergap (interceptor) jarak jauh sesuai kebutuhan pertahanan udara Uni Soviet.

Performance pesawat ini dirancang menandingi pesawat F-15 Eagle, terbukti SU-27 SK dihampir semua aspek mengungguli F-15 A/B/C/D.

Uniknya dari desain awalnya sudah dilengkapi berbagai sensor yang terintegrasi dengan baik. Sensor berupa radar multimode, penjejak infra merah, dan pengukur jarak laser (laser range finder).

Dengan alat ini pesawat SU-27 sanggup mendekati sasaran tanpa menggunakan radar sehingga tidak diketahui oleh alat radar warning receiver lawan.

Sepasang mesin perkasa AL-31F dengan daya dorong masing-masing 12.500 kg membuatanya sangat bertenaga. Dengan 12 gantungan (rak) senjata, pesawat ini bisa membawa 8 rudal beyond visual range jarak menengah R-27 atau AA-10 Alamo dengan sistem semiactive (dituntun radar) serta infra red tracker.

Disamping itu pesawat ini memiliki karakteristik sangat stabil pada saat melakukan manuver yang sangat ekstrem, seperti masih terkendali pada angle off attack lebih dari 900 (manuver kobra) dan masih bisa terkendali.

Dalam kecepatan rendah, pesawat ini bisa mengarahkan nose pesawat lebih tinggi dari arah terbang pesawat sehingga mampu membidik sasaran dengan lebih cepat.

Pada versi awal masih ada kekurangan pada beberapa sistem seperti radar yang meskipun sangat kuat tetapi kemampuan prosesor komputernya masih belum memadai.

Namun, versi terbaru seperti yang dimiliki Su-27 SK Upgraded sudah mempunyai kemampuan avionic yang setara atau bahkan lebih unggul dibandingkan dengan pesawat tempur modern barat saat ini.

Fungsi

Fungsinya bukan saja air superiority, tetapi sudah mampu maritime Attack. Hanya dengan bahan bakar internalnya sanggup terbang lebih dari empat jam dan radius operasi lebih dari 1500 km. Beberapa kelebihan yang dimiliki SU-27SK Upgrade antara lain:

• IRST (infra red search and track) berupa sebuah bola kaca di depan kaca kokpit (windshield) dengan peralatan penjejak infra merah dan pengukur jarak laser. Alat ini mampu digunakan untuk menjejak sasaran siang dan malam pada jarak hingga 50 sampai dengan 70 km. Sejak operasional akhir tahun 1980-an pesawat ini sudah menggunakan alat yang menempel di badan pesawat tersebut, sementara sampai kini pesawat barat belum ada yang menggunakannya sehari-hari kecuali dalam bentuk pod yang ditempelkan atau dicantolkan di badan pesawat.

• Helmet Mounted Display. Sejak awal penggunaannya pesawat ini sudah dilengkapi peralatan pembidik dengan simbol ditampilkan di kaca visor helm penerbang. Hal ini untuk mengakomodasi penggunaan berbagai alat penjejak, khususnya penjejak infra merah dari rudal R-73 atau AA-11 Archer yang bias ditembakkan hingga lebih dari 700 ke samping dari arah nose pesawat.

• Kemampuan avionic dan persenjataan. Pesawat tipe SK Upgrade ini sudah dilengkapi peralatan avionic yang jauh lebih canggih dari Su-27 SK biasa. Avionic ditingkatkan sehingga bisa menembakkan senjata anti permukaan dengan kendali GPS, Laser, dan lain-lain. Kemampuan penembakan senjata konvensional seperti roket, bom, dan kanon menjadi sangat akurat.

• Data Link. Mampu melaksanakan penjejakan sasaran pada jarak yang lebih jauh dan benar-benar terintegrasi dengan pesawat atau alutsista lain melalui data link.

• Tactical HF. Mampu berkomunikasi jarak jauh dengan data link atau voice menggunakan sarana radio HF yang bisa di encryptic.

• Rudal air to air RVVAE (AA-12 Adder). Su-27 SK Upgrade tidak seperti Su-27SK biasa yang hanya bisa menggunakan rudal jarak sedang AA-10 Alamo, namun juga rudal RVVAE. Rudal jarak menengah canggih ini menggunakan pengendali radar aktif, lebih ampuh dari AIM-120 AMRAAM milik AS, jarak jangkau hingga 50 km melebihi AMRAAM yang 42 km.

• Rudal air to air R-27R1 & T1 (AA-10 ALAMO). Rudal jarak menengah yang setara dengan ini menggunakan pengendali semi-active radar (R1) dan penjejak infra merah (T1), lebih ampuh dari Rudal AIM-7F Sparrow (versi terbaru), jarak jangkau R1 hingga 65 km dan T1 hingga 52 km melebihi Sparrow yang 40 km.

• Rudal Jarak pendek R-73 (AA-11 Archer). Dengan pendeteksi infra merah merupakan rudal jarak pendek paling canggih dan andal dipasaran saat ini, mengalahkan rudal Python (Israel) dan AIM-9 L/M Sidewinder. Jarak tembak yang mencapai 30 km dan kemampuan menembak lebih dari 700 ke arah samping (menggunakan helmet mounted display) membuatnya jadi rudal paling mematikan di dunia.

• Aneka Rudal Pintar. Seperti rudal H-31P anti radar dengan jangkauan hingga 100 km. Rudal H-31A anti kapal dengan jangkauan 50 km. Rudal H-29T Mavericksky dengan jangkauan 12-30 km. Rudal H-29L laser guide dengan jangkauan 10 km. Bom pintar (TV Guide) KAb-500 (500 kg) dan Kab-1500 (1500 kg) dengan akurasi 4-7 m. Di samping itu aneka bom biasa dan cluster bisa di bawa pesawat ini.

• Radius Aksi. Dengan tanpa air refueling bisa mempunyai radius of action CAP (Combat Air patrol) hingga 1600 km dari markas. Mampu menjangkau titik terluar dari ZEE kita. Untuk misi penyerangan sasaran permukaan bisa mencapai sekitar 1200 km. Hampir dua kali pesawat F-16 dengan tiga droptank.

• IFF Interrogator. Pesawat ini memiliki peralatan IFF (identification friend or foe) standar NATO sehingga tidak asing bagi sistem radar pertahanan udara dan radar sipil kita. Namun, tidak hanya itu, dengan alat IFF interrogator bisa memastikan sasaran yang tertangkap radar adalah kawan atau lawan sehingga bisa melepaskan rudal pada jarak yang lebih jauh.

• HF Radio. Selain dilengkapi peralatan radio komunikasi standar pesawat tempur, yaitu UHF/VHF, Su-27 juga dilengkapi alat komunikasi radio HF spesial sehingga bisa tetap berhubungan dengan siapa pun pada jarak sangat jauh, baik dengan suara atau data link dan sudah di enkripsi demi keamanan informasi.

• Su-30 MK. Kemampuan penyerangan daratnya lebih baik dari Su-27 SK Upgrade serta dilengkapi dengan alat pengisian bahan bakar di udara. Kemampuan dukungan life support yang baik membuatnya sanggup diterbangkan sampai 10 jam terus-menerus. Meskipun berkursi ganda pesawat ini sebetulnya tidak dirancang sebagai pesawat latih. Namun dirancang untuk menandingi pesawat F-15E Strike Eagle atau Tornado IDS namun kemampuan air to air masih menggetarkan. Penambahan penerbang kedua adalah untuk membantu dalam memaksimalkan kemampuan pesawat seperti:

• Menyerang dua sasaran udara pada saat bersamaan.

• 12 stores dengan combat load hingga 8000 kg

• Rudal anti permukaan (GPS & TV guidance) KH-59 ME seberat hampir satu ton dengan jarak hingga 115 km

• Peningkatan kemampuan untuk terbang hingga 10 jam.

• Mampu sebagai AWACs mini mengendalikan tiga pesawat sejenis atau SU-27 SK untuk menyerang sasaran udara dan darat. Menggunakan data link dan Tactical HF bisa menjadi pesawat komando penyerangan dengan menuntun pesawat lainnya menggunakan tampilan dari radar SU-30MK.

Mayor (Pnb) Agung "Sharky" Sasongkojati Executive Member Aerospace Center of Indonesia, Agung Sasongkojati

Clock World